Dapur Cinta Nasi Kebuli Ibu Zaqi

Wednesday, March 22nd 2017. | Nasi & Bubur, Nasi Kebuli

Bagi warga keturunan Arab, nasi kebuli merupakan hidangan wajib pada peringatan Maulid Nabi. Mereka umumnya menyantap hidangan ini lengkap dengan olahan daging kambing. Tapi, bila ingin mencicipinya, Anda tentu tak perlu menunggu saat Maulid Nabi tiba. Di kota-kota besar, menu khas Timur Tengah ini bisa Anda jumpai di perkampungan warga keturunan Arab.

Di Jakarta, kini sudah hadir di jalan Kampung Makan, Jalan Kendal #22 Depan Stasiun Sudirman
RT.10 / RW.6 Menteng Jakarta Pusat. Tapi harus diakui, masih jarang nasi kebuli yang benar-benar pas di lidah. Daging kambingnya butuh penanganan khusus. Jika sembrono mengolahnya, dagingnya masih bau perengus walau sudah melewati wajan dan panci. Bahkan, bila nasi kebuli itu kaya rempah bisa menyebabkan mual bagi yang tak biasa menyantapnya. Tapi, berbagai keluhan itu tampaknya tidak berlaku di Dapur Cinta Nasi Kebuli Ibu Zaqi. Berbagai olahan kambingnya terasa pas di lidah. Bahkan, pengunjung yang belum terbiasa menyantapnya boleh membuktikan. Tempatnya sederhana dengan daya tampung maksimal 50 orang saja. Pengunjung bebas memilih makan sembari lesehan atau duduk manis di kursi. Oh, ya, jangan berharap kedai ini berhiaskan pernak-pernik Arab. Anda akan kecele! Justru yang terpapar adalah kebersihan kedai yang selalu terjaga. Pelayanannya pun bagus, dengan sigap pelayan menghidangkan pesanan kita. Hanya butuh waktu 10 menit, semua pesanan akan sampai di meja pengunjung. Terlihat seporsi nasi kebuli bersanding dengan irisan daging kambing goreng, sambal goreng, emping melinjo, irisan timun, dan acar.

Saat menyantap nasi kebuli itu, rasanya gurih. Lidah pun kontan basah. Jadi, bila Anda bukan penikmat masakan berbumbu kuat, jangan khawatir menyantap nasi kebuli yang tersaji hangat. Bumbu nasi kebuli Dapur Cinta Ibu Zaqi cocok dengan lidah kita. Nyam, nyam…, enak! Untuk mengeluarkan aroma wangi dan gurih, nasi kebuli dimasak bersama dengan berbagai bumbu. Mulai dari kapulaga, cengkeh, ketumbar, kemiri, dan kaldu daging. “Ini yang membuat nasi sudah kaya rasa,” kata sang pemilik kedai Nasi Kebuli ini. Daging kambing gorengnya pun tidak mengecewakan. Lima potong kambing goreng itu empuk dan rasanya gurih. Bahkan, bau perengus kambing lenyap. Untuk mendapatkan rasa dan empuk yang pas, mengolahnya selama dua jam sampai tiga jam. juga hanya memasak daging yang berasal dari kambing kacang. Yakni, kambing jawa berusia enam bulan dengan bobot sekitar 5 kg sampai 8 kg saja.

“Kami membeli hidup-hidup dan menyembelih sendiri,” ujar dia. Dengan cara itu, bisa menyingkirkan semua lemak yang bergelayut di daging kambing. Lemak atau gajih ini lantas dibuang, sehingga tidak lagi mendominasi di semua olahan kambing di kedai ini. Agar olahan kambing bebas bau amis maupun perengus, sang pemilik dapur cinta bersedia berbagi tips. Pertama, sebelum mengolah, daging itu tidak usah dicuci dengan air. Dengan cara ini, rasa manis daging kambing lebih terasa saat beradu dengan lidah. Kedua, daging kambing yang baru dipotong hanya membutuhkan lap kering dan bersih sebelum masuk penggodokan. Selain nasi kebuli, kedai ini juga menyediakan berbagai macam menu lain diantaranya ada nasi kabsah yang berwarna kemerahan karena tomat. Ada pula gulai kambing, Nasi Beriyani. Ini cocok disantap sebagai pengganti nasi, gulai kambing, sop kambing, hingga Nasi Kuning, dan Nasi Uduk, hidangan marak ini tampilannya mirip dengan gulai kambing tapi bebas dari santan. Rasanya? lezaat.. 

Penasaran kan? Yuk datang aja kelokasinya yang beralamat dibawah ini :

DAPUR CINTA NASI KEBULI IBU ZAQI
Kampung Makan, Jalan Kendal #22 Depan Stasiun Sudirman
RT.10 / RW.6 Menteng Jakarta Pusat
Telp. 0878 8437 6535

JAM BUKA
Pukul 10.00 – 20.00 WIB

TERIMA PESANAN
Untuk berbagai macam acara pesta, arisan, rapat, dll

Bagikan Info Kuliner ini ke Teman Anda >>Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn

Related For Dapur Cinta Nasi Kebuli Ibu Zaqi